Breaking News

Polemik Kepindahan Jordi Amat Ke Johor Darul Ta'zim Dan Urgensi Naturalisasi



Belakangan ini, sepakbola Indonesia dihebohkan dengan kepindahan calon pemain naturalisasi Indonesia, Jordi Amat ke Johor Darul Ta'zim. Kabar kepindahan mantan pemain KAS Eupen itu telah dikonfirmasi oleh Pangeran Johor, Tunku Ismail Idris, bahwa Jordi Amat bakal bergabung dengan Johor Darul Ta'zim (JDT).

"Ia adalah satu aset terbesar Indonesia. Jika Indonesia tidak mengambilnya, mereka akan merugi," kata Tunku Ismail Idris, dilansir dari Makan Bola, Selasa (28/6/2022). 

Menurut kalian, salahkah pemain kelas Eropa bermain untuk Klub Elit Malaysia?

Menurut pandangan admin, kepindahan Jordi Amat ke Johor Darul Ta'zim, tidak akan mengubah fakta bahwa Jordi merupakan bek yang berkualitas untuk level sepakbola Asia. Johor Darul Ta'zim pun pastinya tetap menjaga (gap) level permainan, meskipun ketika bermain di liga domestik akan bertanding dengan klub Malaysia setiap pekannya.

Sebagai contoh di Liga Champion Asia musim ini, JDT mampu keluar sebagai juara grup dengan 13 poin, dari hasil 4 kali menang, 1 imbang dan 1 kekalahan. Jelas sebuah prestasi tersendiri bisa mengalahkan klub-klub Elit Asia seperti Kawasaki Frontale, Ulsan Hyundai, Dan Guangzhou Evergrande.

Dari fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa meskipun banyak orang meng-underestimate kan Liga Malaysia. Namun Johor Darul Ta'zim mampu menjaga kualitasnya dan membuktikan bahwa Johor Darul Ta'zim bukanlah tim kaleng-kaleng di Sepakbola Asia.

Oleh karena itu, bermain di Johor Darul Ta'zim tidaklah termasuk downgrade, jika pemain tersebut tetap bisa menjaga level permainan dan menjaga kualitas serta gap dengan pemain liga Malaysia lainnya. (Kecuali kerap melakukan blunder konyol bin tolil di Liga Malaysia, baru itu namanya downgrade).

Terlebih Indonesia sendiri tidak ada ruginya jika mampu mendapatkan jasa Jordi Amat untuk memperkuat Timnas Indonesia. Apalagi jika dibandingkan dengan bek naturalisasi Indonesia sebelumnya, seperti Otavio Dutra, Victor Igbonefo yang tidak memiliki pengalaman di Liga Top Eropa. Maka Jordi Amat jelas tetap masih layak untuk memperkuat Timnas Indonesia. 

Kalaupun diganti dengan pemain keturunan lain, harusnya lebih bagus kualitas dan CV-nya.. Kalau penggantinya hanya sekedar Matthew Steenvorden atau Keziah Veendorp, jelas mereka tidak lebih bagus dari Jordi Amat.. Untuk Matthew, kualitasnya tidaklah mentereng karena lebih banyak berkarir di liga 2 Belanda, dan kemungkinan juga akan turun level mengingat usianya yang hampir menginjak 30 tahun. Sedangkan Keziah Veendorp sempat dikritik terkait berat badannya yang tambun..

Untuk petinggi Federasi, tolong algoritma dalam memilih pemain, jangan sekedar menuruti pola pikirnya netizen yang mudah terprovokasi.. Negara dengan ranking FIFA 155, tidak perlu sok2an cancel Jordi Amat. Apalagi kalau penggantinya lebih bapuk, dan hanya sekedar "pemain endorsan" dari media online yang terkadang tidak menilai secara objektif. (tidak memihak satu pemain karena alasan non-teknis, dengan alasan pemain tersebut bukan muncul dari media tersebut.)

Terkait Naturalisasi Timnas U-20
Menurut pandangan admin, justru beberapa calon pemain keturunan Timnas U20 idaman netizen seperti Kai Boham dan Max Christoffel lebih berpotensi bermain di Liga Wakanda, menyusul seniornya, Diego Michiels dan Raphael Maitimo yang terlebih dulu menyelamatkan karir dari ketidaklakuan mereka di liga Belanda.. Hal tersebut terlihat dari statistik mereka (Kai & Max). Di level akademi klub saja, mereka hanya pelapis, dan kecil kemungkinan untuk mereka diorbitkan klub profesional Belanda.

FYI : Liga Malaysia lebih bermain secara taktikal, jika dibandingkan dengan Liga Wakanda yang lebih banyak grasa-grusu, pola permainan tidak jelas, pemain berjubel tidak tau taktikal, dan lebih banyak intrik di lapangan daripada bermain sepakbolanya.

Notes : Jangan bandingkan klub Eropa seperti FK Senica, GVVV Veenendaal  dan tim semenjana Eropa lainnya dengan klub finalis Liga Champions Asia (JDT). Jadilah netizen yang objektif dan tidak bersumbu pendek..

1 komentar: